Archive for December, 2018


Abstrak

Link Unduh: Download Artikel

Perubahan sosial merupakan realitas yang tidak bisa dihindari oleh suatu masyarakat, termasuk masyarakat yang ada di perdesaan. Banyak faktor yang mempengaruhi perubahan sosial, salah satunya yaitu adanya pembangunan perumahan yang berada di lingkungan perdesaan yang secara langsung tidak hanya memungkinkan masyarakat luar untuk datang dan bertempat tinggal di desa tersebut, tetapi juga nilai-nilai dari luar yang dibawa masyarakat pendatang akan masuk dan berakulturasi dengan nilai-nilai lokal setempat yang berimplikasi merubah struktur sosial yang ada. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji bagaimana dampak pembangunan perumahan terhadap perubahan sosial masyarakat yang ada di Desa Jayamekar Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penafsiran data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perubahan sosial yang ada di Desa Jayamekar Kabupaten Bandung Barat dikelompokan kepada 2 (dua) pokok perubahan utama, yaitu: Pertama, perubahan pola pikir yang mana masyarakat menerima nilai-nilai baru yang berasal dari luar seperti cara berfikir logis dan orientasi berfikir kepada masa depan. Kedua, perubahan pola tindak yang mana masyarakat bersikap menerima kehadiran masyarakat pendatang dan melakukan interaksi sosial dalam berbagai bentuk aspek kehidupan. Perubahan tersebut tidak hanya membawa damak positif, tetapi juga membawa dampak negatif seperti turunnya nilai kepedulian sosial dan memunculkan sikap individualistis. 

Abstrak

Terminologi sosialisasi digunakan dalam banyak kajian rumpun ilmu yang berbeda dengan pengertian dan konsep yang berbeda pula. Dalam konteks kajian kebijakan publik, sosialisasi diartikan sebagai upaya penyebarluasan isi atau substansi suatu kebijakan yang telah dibuat dengan maksud untuk memunculkan pengetahuan dan pemahaman dari berbagai pihak yang terkait, termasuk didalamnya kelompok sasaran (target group) agar mau dan mampu menjalankan perannya dalam menyukseskan tujuan sebagaimana tercantum dalam kebijakan tersebut. Dari pemahaman tersebut, maka sosialisasi merupakan proses yang dilakukan setelah kebijakan dibuat sebagai landasan pengetahuan dan pemahaman sebelum proses implementasi kebijakan dilaksanakan. Dengan begitu berbagai pihak yang terkait dapat mengetahui dan memahami maksud dan tujuan dari penyelenggaraan suatu kebijakan, sehingga kebijakan tersebut dapat dilaksanakan sebagaimana tujuan yang telah ditetapkan.

Artikel lengkap dapat diunduh dalam tautan ini: Artikel Sosialisasi Kebijakan Publik