Unduh Artikel: Download Artikel

Abstrak

Struktur pemerintahan desa tradisional di Kabupaten Sumedang menempatkan kokolotbagian dari pemerintah desa yang bertugas sebagai penghubung antara pamong desa dengan masyarakat. Namun adanya aturan penyeragaman struktur pemerintah desa secara nasional menempatkan kokolotmenjadi pihak eksternal diluar pemerintahan desa. Meskipun demikian, dalam prakteknya kokolotmasih memiliki peran secara informal dalam proses pembangunan desa. Atas dasar tersebut maka artikel ini ditujukan untuk menggambarkan seperti apa peran kokolotdalam proses pembangunan desa saat ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi litelatur. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penafsiran data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat masih memberikan kepercayaan kepada kokolotuntuk berperan sebagai artikulator kepentingan dan tuntutan masyarakat dalam pembangunan desa, sedangkan pemerintah desa memberikan peran kepada kokolotsebagai figur penggerak partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Kokolotjuga berperan sebagai penengah konflik saat terjadi perbedaan atau pertentangan baik antara aparatur pemerintah desa dengan masyarakat maupun antar sesama masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan desa.