Archive for February, 2014


Profil Kabupaten Sumedang: Topografis

Wilayah Kabupaten Sumedang tersebar dalam 26 Kecamatan. Kabupaten Sumedang merupakan daerah berbukit dan gunung dengan ketinggian tempat antara 25 m – 1.667 m diatas permukaan laut. Sebagian besar wilayah Sumedang adalah pegunungan, kecuali di sebagian kecil wilayah Utara berupa dataran rendah. Gunung Tampomas (1.667 m), berada di Utara Perkotaan Sumedang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Kelompok Ketinggian dari Permukaan Laut Menurut Kecamatan di Kabupaten Sumedang Tahun 2009

No.

Kecamatan

Ketinggian dari Permukaan Laut (m)

25 – 50

51 – 75

76 – 100

101 – 500

501 – 1000

> 1000

1

Jatinangor

2.874,00

2

Cimanggung

1.969,00

1.854,73

3

Tanjungsari

5.168,77

7.059,27

4

Sukasari

NR

NR

NR

NR

NR

NR

5

Pamulihan

NR

NR

NR

NR

NR

NR

6

Rancakalong

6.629,85

1.065,53

7

Sumedang Selatan

1.326,62

6.989,98

3.290,45

8

Sumedang Utara

2.374,66

2.037,11

9

Ganeas

NR

NR

NR

NR

NR

NR

10

Situraja

7.226,38

1.779,46

24,37

11

Cisitu

12

Darmaraja

4.980,25

2.347,20

479,12

13

Cibugel

896,34

3.008,26

1.087,29

14

Wado

5.924,05

4.245,31

1.517,55

15

Jatinunggal

NR

NR

NR

NR

NR

NR

16

Jatigede

11.666,04

17

Tomo

2.256,71

2.099,34

1.325,40

1.889,28

18

Ujungjaya

3.601,34

2.489,30

1.417,88

498,33

19

Conggeang

209,48

855,31

8.225,47

1.147,68

95,47

20

Paseh

2.036,81

692,19

21

Cimalaka

1.913,36

4.377,47

432,81

22

Cisarua

NR

NR

NR

NR

NR

NR

23

Tanjungkerta

5.573,59

4.056,55

24

Tanjungmedar

NR

NR

NR

NR

NR

NR

25

Buahdua

875,42

3.696,23

12.033,57

1.141,38

558,19

26

Surian

Jumlah

5.858,05

5.673,54

7.294,82

66.564,55

49.364,21

17.464,78

Sumber                : Kab. Sumedang dalam Angka Tahun 2010

Keterangan        : NR = Data tidak tersedia

                Kondisi topografi wilayah Kabupaten Sumedang sangat variatif , mulai dari permukaan datar sampai bergunung, dengan ketinggian terletak antara 20 sampai 1000 di atas permukaan laut. Berdasarkan rata-rata 43,73 persen wilayah Kabupaten Sumedang terletak pada kisaran ketinggian 501 – 1000 m dpl. Gunung Tampomas (1.684 m) berada di utara Sumedang. Secara umum klasifikasi kelas ketinggian wilayah Kabupaten Sumedang dapat dibagi atas :

  • 20 – 100 meter dpl, meliputi :

Sebagian besar wilayah Kecamatan Tomo serta Kecamatan Ujungjaya serta sebagian kecil bagian utara Kecamatan Buahdua dan Kecamatan Surian.

  • 101 – 500 meter dpl, meliputi :

Sebagian besar Kecamatan Surian, Buahdua, Conggeang, Paseh, Tanjungkerta, Situraja, Cisitu, Jatigede dan Kecamatan Jatinunggal, serta sebagian kecil wilayah Kecamatan Wado, Darmaraja, Sumedang Utara, Sumedang Selatan dan Kecamatan Tanjungmedar.

  • 501 – 1000 meter dpl, meliputi :

Sebagian besar wilayah Kecamatan Cimalaka, Cisarua, Sumedang Utara, Sumedang Selatan, Tanjungmedar, Rancakalong, Pamulihan, Tanjungsari, Jatinunggal, Cimanggung, Paseh dan Cibugel, serta sebagian kecil wilayah Kecamatan Tanjungkerta, Buahdua, Conggeang dan Kecamatan Wado.

  • Lebih dari 1000 meter dpl, meliputi :

Sebagian besar wilayah Kecamatan Sukasari, Cimanggung dan Cibugel, serta sebagian kecil wilayah Kecamatan Rancakalong, Pamulihan, Sumedang Selatan, Situraja, Darmaraja, Wado, Paseh, Conggeang, Buahdua dan Cimalaka yang merupakan puncak Gunung Tampomas.

Sedangkan untuk kemiringan lereng dinyatakan dalam derajat atau persen.Kemiringan lereng merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi besarnya erosi.  Selain memperbesar jumlah aliran permukaan, makin curamnya lereng juga memperbesar kecepatan aliran permukaan yang selanjutnya memperbesar energi angkut air.  Jika lereng permukaan tanah menjadi dua kali lebih curam  maka banyaknya erosi persatuan luas akan menjadi 2.0 – 2.5 kali lebih banyak.

Berdasarkan Gambar 2.4. diketahui kelas kemiringan lereng yang terjadi di Kabupaten Sumedang terdiri dari klas 1(satu) hingga klas 6 (enam).  Klas kemiringan lereng yang dominan di Kabupaten Sumedang adalah klas 4, sedangkan  klas 1, 2 dan 3 nampak seimbang, kemudian kemiringan yang paling sedikit adalah klas kemiringan  6 (enam).  Semakin tinggi klas kemiringan lereng maka akan semakin besar pula  kemungkinan terjadinya erosi yang akan mempengaruhi tingkat sedimentasi.

  1. 0 – 8%, merupakan daerah datar hingga berombak dengan luas area sekitar 8,24%. Kemiringan wilayah dengan tipe ini dominan di bagian timur laut Kabupaten Sumedang yaitu pada Kecamatan Ujungjaya, Tomo dan sebagian dari Kecamatan Conggeang, Kecamatan Surian pada bagian utaranya.
  2. 8 – 15%, merupakan daerah berombak sampai bergelombang dengan area sekitar 8,37%. Wilayah Kabupaten Sumedang yang dominan dengan kemiringan tipe ini terletak di bagian tengah dan utara, bagian barat laut serta bagian barat daya yaitu pada bagian selatan Kecamatan Surian dan Kecamatan Conggeang.
  3. 15 – 25%, merupakan daerah bergelombang sampai berbukit dengan komposisi area mencakup 46,38%. Kemiringan lereng tipe ini paling dominan di Wilayah Kabupaten Sumedang, persebarannya berada di bagian tengah sampai ke tenggara, bagian selatan sampai barat daya dan bagian barat yaitu pada Kecamatan Tanjungmedar, Tanjungkerta, Buahdua, Paseh, Cimalaka, Cisarua, Cisitu, Situraja, Sumedang Utara, Jatinunggal dan Kecamatan Jatigede.
  4. 25 – 45%, merupakan daerah berbukit sampai bergunung dengan luas area sekitar 21,58%. Kemiringan lereng tipe ini dominan di wilayah Kabupaten Sumedang bagian tengah, bagian selatan dan bagian timur yaitu Kecamatan Cimanggung, Jatinangor, Pamulihan, Ganeas, Cibugel, Sumedang Selatan, dan pada bagian selatan Kecamatan Wado.
  5. 45-60%, merupakan daerah bergunung dengan luas area sekitar 18% yang dominan di wilayah Kabupaten Sumedang bagian selatan, bagian timur serta bagian barat yaitu pada Kecamatan Sukasari, Cimanggung dan Kecamatan Wado.
  6. >60%, merupakan daerah terjal dan mempunyai area di sekitar pegunungan yang berada di sekitar Kabupaten Sumedang seluas 1,43%. Kemiringan ini berada pada Kecamatan Surian, Cimanggung, Cibugel dan Kecamatan Wado.

Sumber: Bappeda Kab. Sumedang

Profil Kabupaten Sumedang

 

Kabupaten Sumedang merupakan salah satu dari 35 daerah otonom di Provinsi Jawa Barat. Kabupaten Sumedang terletak antara 6o44’ – 70o83’ Lintang Selatan dan antara 107o21’ – 108o21’ Bujur Timur. Kabupaten Sumedang memiliki batas wilayah administratif sebagai berikut:

Sebelah Utara        :    Kabupaten Indramayu

Sebelah Timur       :    Kabupaten Majalengka

Sebelah Selatan     :    Kabupaten Garut

Sebelah Barat        :   Kabupaten Bandung dan Kabupaten Subang.

Luas wilayah administrasi tercatat sebesar 152.220 Ha, dengan luas wilayah yang terbesar adalah Kecamatan Buahdua, yaitu seluas 13.137 Ha atau 8,63 % dari luas Kabupaten Sumedang secara keseluruhan. Sedangkan luas wilayah terendah adalah Kecamatan Cisarua, luas wilayahnya sebesar 1.892 Ha atau 1,24 % dari luas Kabupaten Sumedang secara keseluruhan. Secara administrasi, Kabupaten Sumedang terbagi dalam 26 kecamatan dan 272 desa dan 7 kelurahan. Untuk melihat luas masing-masing kecamatan di Kabupaten Sumedang dapat dilihat dalam Tabel berikut :

 

Luas  Daerah Dirinci Menurut Kecamatan di Kabupaten Sumedang Tahun 2009

 

No

Kecamatan

Luas Daerah

(Ha)

Desa atau Kelurahan

Persen tase

Jumlah

Desa

1

Jatinangor

2.620

Cikeruh, Hegarmanah, Cibeusi, Cipacing, Sayang, Mekargalih, Cintamulya, Jatimukti, Cisempur, Jatiroke, Cileles, dan Cilayung

1,72 %

12

2

Cimanggung

4.076

Cimanggung, Sindangpakuon, Tegalmanggung, Sindulang, Sindanggalih, Sawahdadap, Cikahuripan, Sukadana, Mangunarga, Cihanjuang, dan Pasirnanjung

2,68 %

11

3

Tanjungsari

3.562

Gudang, Tanjungsari, Jatisari, Margaluyu, Kutamandiri, Margajaya, Raharja, Cijambu, Pasigaran, Gunungmanik, Kadakajaya, dan Cinanjung

2,34 %

12

4

Sukasari

4.712

Sukasari, Genteng, Banyuresmi, Nanggerang, Mekarsari, Sindangsari dan Sukarapih

3,09 %

7

5

Pamulihan

5.785

Cigendel, Cijeruk, Pamulihan, Haurngombong, Cilembu, Cimarias, Cinanggerang, Mekarbakti, Sukawangi, Ciptasari, dan Citali

3,80 %

11

6

Rancakalong

5.228

Nagarawangi, Cibunar, Pangadegan, Sukahayu, Sukamaju, Pamekaran, Rancakalong, Sukasirnarasa, Cibungur dan Pasirbiru

 3,43 %

10

7

Sumedang

Selatan

11.737

Pasanggrahan Baru, Kotakulon, Regolwetan, Cipameungpeuk, Sukagalih, Baginda, Cipancar, Citengah, Gunasari, Sukajaya, Margamekar, Ciherang, Margalaksana dan Mekar Rahayu

 7,71%

14

8

Sumedang Utara

2.826

Kotakaler, Situ, Talun, Padasuka, Mulyasari, Girimukti, Mekarjaya, Margamukti, Sinarmulya, Kebonjati, Jatihurip, Jatimulya dan Rancamulya

1,86 %

13

9

Ganeas

2.136

Ganeas, Dayeuh Luhur, Cikoneng, Sukaluyu, Sukawening, Tanjunghurip dan Cikondang

1,40 %

7

10

Situraja

5.403

Situraja Utara, Situraja, Mekarmulya, Cikadu, Bangbayang, Kaduwulung, Karangheuleut, Cijeler, Ambit, Jatimekar, Cijati, Wanakerta, Malaka dan Sukatali

3,55 %

14

11

Cisitu

5.331

Cisitu, Situmekar, Pajagan, Cigintung, Sundamekar, Linggajaya, Ranjeng, Cilopang, Cimarga dan Cinangsi

3,50 %

10

12

Darmaraja

5.494

Darmaraja, Darmajaya, Sukamenak, Leuwihideung, Sukaratu, Cikeusi, Cipeuteuy, Jatibungur, Cieunteung, Karangpakuan, Pakualam, Cibogo, Neglasari, Cipaku, Tarunajaya dan Ranggon

3,61 %

16

13

Cibugel

4.880

Jayamekar, Buanamekar, Cibugel, Sukaraja, Cipasang, Tamansari dan Jayamandiri

3,21 %

7

14

Wado

7.642

Cimungkal, Ganjarresik, Cilengkrang, Cikareo Selatan, Cikareo Utara, Wado, Mulyajaya, Padajaya, Sukajadi, Cisurat dan Sukapura

5,02 %

11

15

Jatinunggal

6.149

Sirnasari, Tarikolot, Pawenang, Sarimekar, Banjarsari, Kirisik, Sukamanah, Cipeundeuy dan Cimanintin

4,04 %

9

16

Jatigede

11.197

Cijeungjing, Kadujaya, Lebaksiuh, Cintajaya, Cipicung, Mekarasih, Sukakersa, Ciranggem, Cisampih, Jemah, Karedok dan Kadu

7,36 %

12

17

Tomo

6.626

Tomo, Tolengas, Darmawangi, Marongge, Jembarwangi, Bugel, Cipeles, Karyamukti dan Cicarimanah

4,35 %

9

18

Ujungjaya

8.056

Ujungjaya, Palabuan, Palasari, Keboncau, Sakurjaya, Kudangwangi, Sukamulya, Cipelang dan Cibuluh

5,29 %

9

19

Conggeang

10.531

Conggeang Kulon, Conggeang Wetan, Cipamekar, Cibeureuyeuh, Jambu, Babakan Asem, Padaasih, Ungkal, Karanglayung, Cacaban, Narimbang dan Cibubuan

6,92 %

12

20

Paseh

3.437

Paseh Kidul, Paseh Kaler, Legok Kidul, Legok Kaler, Bongkok, Padanaan, Pasireungit, Cijambe, Haurkuning dan Citepok

2,26 %

10

21

Cimalaka

4.161

Cimalaka, Galudra, Cibeureum Kulon, Naluk, Nyalindung, Trunamanggala, Cikole, Cibeureum Wetan, Mandalaherang, Licin, Citimun, Serang, Padasari dan Cimuja

2,73 %

14

22

Cisarua

1.892

Cisarua, Ciuyah, Cimara, Bantarmara, Cipandanwangi, Cisalak dan Kebonkalapa

1,24 %

7

23

Tanjungkerta

4.014

Sukamantri, Cipanas, Gunturmekar, Mulyamekar, Banyuasih, Kertamekar, Kertaraharja, Cigentur, Tanjungmekar, Tanjungmulya dan Boros

2,64 %

11

24

Tanjungmedar

6.514

Cikaramas, Wargaluyu, Jingkang, Kamal, Kertamukti, Tanjungwangi, Sukamukti, Sukatani dan Tanjungmedar

4,28 %

9

25

Buahdua

13.137

Buahdua, Hariang, Karangbungur, Mekarmukti, Citaleus, Nagrak, Cibitung, Sekarwangi, Gendereh, Panyindangan, Cilangkap, Bojongloa, Cikurubuk dan Ciawitali

8,63 %

14

26

Surian

5.074

Wanasari, Wanajaya, Pamekarsari, Tanjung, Surian, Suriamedal, Suriamukti dan Ranggasari

3,34 %

8

Jumlah

152.220

279

100.00%

279

Sumber: Bappeda Kabupaten Sumedang

Pengertian Sanitasi

            Sanitasi merupakan suatu usaha yang dilakukan baik oleh pemerintah, instansi-instansi pemerintah ataupun masyarakat terhadap pencemaran yang terjadi (Depkes, 2008) yang meliput penyediaan air bersih, pembuangan kotoran manusia (jamban/wc), pembuangan air limbah dan pengelolaan sampah (tempat sampah).

Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia. (www.wikipedia.com)

            Dalam A Guide to the Development of On-site Sanitation, WHO (1992) dikatakan bahwa:

“ Sanitation refers to all conditions that affect health, expecially with regard to dirt and infection and specifically to the drainage and disposal of sewage and refuse from houses. Environmental sanitation as including the control of community water supplies, excrete and wastewater disposal, refuse disposal, vectors of disease, housing conditions, food supplies and handling, atmospheric conditions, and the safety of the working environment.”

            Pengertian lain tentang sanitasi dijelaskan oleh Water Sanitation Program (WSP); a guide to decision making (2008) menjelaskan bahwa :

“ sanitation’ refers to the safe management and disposal of human excreta. It is important to understand that this involves service delivery, not just the installation of infrastructure; both service providers and users need to act in defined ways”.

            Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sanitasi adalah manajemen segala bentuk buangan limbah yang berpengaruh pada kesehatan baik itu limbah padat maupun cair. Dikatakan lebih lanjut, terkait dengan limbah manusia diperlukan juga penyediaan seperti air bersih, drainase, dan pengelolaan limbah padat, dimana dalam penangulangannya diperlukan adanya koordinasi dengan lembaga-lembaga yang terkait.

 

Sumber:

Water Sanitation Program (WSP); AGuide to Decision Making.(2008)

World Health Organization; A Guide to The Development of On-Site Sanitation. (1992)

www.wikipedia.com