Latest Entries »

Berikut adalah materi perkuliahan administrasi keuangan daerah untuk pertemuan ke 3 dengan pokok materi: Otonomi Daerah dan Desentralisasi Fiskal

Unduh Materi: Materi perkuliahan Ke 3

Berikut adalah materi perkuliahan administrasi pembangunan untuk pertemuan ke 3 dengan pokok materi: Konsep Administrasi Pembangunan.

Unduh materi: Materi Perkuliahan ke 3

Berikut adalah materi perkuliahan administrasi pembangunan untuk pertemuan ke 2 dengan pokok materi: Konsep Administrasi Publik.

Unduh : Materi Pertemuan 2

Berikut adalah materi perkuliahan administrasi keuangan daerah untuk pertemuan ke 2 dengan pokok materi: Konsep Keuangan Negara dan Penerimaan Negara

Unduh materi: Materi Pertemuan Ke 2

Berikut adalah materi perkuliahan administrasi keuangan daerah pertemuan ke 1 ( Unduh: Materi 1 )

Berikut adalah materi perkuliahan administrasi pembangunan pertemuan ke 1 ( Unduh: Materi 1 )

Berikut adalah referensi buku yang dijadikan bahan untuk diskusi kelompok (Unduh: Buku Administrasi Pembangunan )

Sumber buku diperoleh dari: http://digilib.uinsgd.ac.id/11041/1/3.%20Buku%20Administrasi%20Pembangunan_merged.pdf

Artikel Jurnal:

Peran Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat

Jurnal JUMPA Universitas Udayana, Vol 6 No 1 (2019): Volume 06, Nomor 01, Juli 2019

Unduh file: Artikel

Abstrak:

Village tourism is an alternative form of tourism that presents the beauty of nature, social life and culture, it offers direct interaction with the local community as a form of tourist attraction offered. However,in practice, community isnot fully involved in the process of village tourism developmenthencethe community is notbenefitedfrom the village tourism. On the basis of existing problems, this article is intended to explain the importance of community involvement in village tourism development. This research is a qualitative study using a library research approach. The results show thatthe village tourism will be going to succeed if the community is being involved in the whole process. The communityshould be placed into 2 (two) roles at once, namely the community as the subject that has the right to determine the direction of village tourism development. Secondly, the community as an object where the goal of increasing community welfare is a priority in the village tourism development.

Artikel Jurnal: Pengembangan Konsep Smart Village Bagi Desa-Desa di Indonesia (Developing the Smart Village Concept for Indonesian Villages)

Unduh Artikel: Jurnal Iptek-Kom

Abstrak:

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, beberapa desa di Indonesia mulai mengembangkan smart village. Namun, dalam praktiknya belum ada satu kesepahaman mengenai elemen dari smart village, sehingga menimbulkan interpretasi yang berbeda- beda mengenai konsep smart village. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengembangkan konsep smart village bagi desa-desa di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model-building method yang membangun pemahaman konseptual mengenai suatu fenomena empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 (tiga) elemen pokok smart village, yakni smart government, smart community dan smart environment. Ketiga elemen itu menjadi dasar untuk mencapai tujuan pengembangan smart village berupa “smart relationship” yakni keterjalinan konstruktif yang muncul dari relasi ketiga elemen smart village tersebut. Dengan demikian, sinergisitas yang berbasis pemanfaatan teknologi informasi akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Abstract:

Along with the development of information technology, several villages in Indonesia have started to develop smart village projects. However, given there seems to be little agreement about what the elements of the smart village are, various interpretations of the smart village emerge. Therefore, this article aims to develop the smart village concept for Indonesian villages. This research used a model-building method to create a conceptual construct of an empirical phenomenon. The results revealed that there were three main elements of the smart village, namely smart government, smart community and smart environment. The three elements were used to achieve the ultimate goal of developing smart villages, i.e. “smart relationship”, the constructive linkages arise from the interplay of the three elements. Eventually, the synergy built upon the use of information technology will improve rural communities’ welfare

Seperti rumah berdebu yang lama tidak ditinggali

Butuh banyak tulisan untuk membersihkannya…..

Dago Elos, 9 Juli 2019

Unduh Artikel: Download Artikel

Abstrak

Struktur pemerintahan desa tradisional di Kabupaten Sumedang menempatkan kokolotbagian dari pemerintah desa yang bertugas sebagai penghubung antara pamong desa dengan masyarakat. Namun adanya aturan penyeragaman struktur pemerintah desa secara nasional menempatkan kokolotmenjadi pihak eksternal diluar pemerintahan desa. Meskipun demikian, dalam prakteknya kokolotmasih memiliki peran secara informal dalam proses pembangunan desa. Atas dasar tersebut maka artikel ini ditujukan untuk menggambarkan seperti apa peran kokolotdalam proses pembangunan desa saat ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi litelatur. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penafsiran data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat masih memberikan kepercayaan kepada kokolotuntuk berperan sebagai artikulator kepentingan dan tuntutan masyarakat dalam pembangunan desa, sedangkan pemerintah desa memberikan peran kepada kokolotsebagai figur penggerak partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Kokolotjuga berperan sebagai penengah konflik saat terjadi perbedaan atau pertentangan baik antara aparatur pemerintah desa dengan masyarakat maupun antar sesama masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan desa.